AREK-AREK MOJOREMBUN: MEKANISME DAN TROUBLE SHOOTING SISTEM BAHAN BAKAR…

30 мая 2015 | Author: | No comments yet »

MEKANISME DAN TROUBLE SHOOTING BAHAN BAKAR PADA TOYOTA KIJANG 5K

MEKANISME DAN SHOOTING

SISTEM BAHAN

PADA ENGINE TOYOTA 5K

A. Latar Belakang

Kendaraan roda dua maupun roda berbahan bakar bensin dengan berbagai sistem demi kesempurnaan kerja tersebut, serta kenyamanan berkendaraan. Salah satu sistem terpenting adalah bahan bakar. Sistem bakar itu sendiri terdiri beberapa komponen dimulai tangki bahan bakar karburator. Bahan bakar tersimpan dari tangki oleh pompa bahan ke karburator melalui pipa-pipa dan

Bila ada kotoran maka disaring oleh filter Dalam karburator terjadi antara udara dan besin, perbandingan tertentu selanjutnya dialirkan melalui intake ke setiap silinder. Dari di atas, maka penulis judul “Mekanisme dan Trouble Sistem Bahan Bakar engine Toyota kijang 5K” alasan sebagai berikut:

1. bahan bakar merupaka sistem yang vital, adanya sistem bahan mesin tidak akan

2. Untuk mengetahui lebih tentang komponen dan cara dari sistem bahan pada Toyota kijang 5K.

3. mengetahui trouble shooting sistem bahan bakar Toyota kijang 5K.

B. Rumusan

Berdasarkan uraian yang di dalam latar belakang diambil permasalahan sebagai

1. Bagaimana cara kerja bahan bakar Toyota 5K?

2. Komponen-komponen apa saja yang pada sistem bahan Toyota Kijang 5K?

3. Bagaimana terjadi gangguan dan cara pada sistem bahan Toyota Kijang 5K?

C. Manfaat

yang diperoleh dari sistem bahan bakar Kijang 5K adalah sebagai

1. Memberi wacana tentang kerja dari masing-masing sistem bahan bakar Kijang 5K.

2. Laporan ini diharapkan memberikan pengetahuan yang dibidang otomotif terutama bahan bakar pada Kijang 5K.

3. Bermanfaat bagi pengguna mobil Toyota 5K karena jika terjadi pada sistem ini dapat di analisis dan kerusakan dapat diatasi.

D. Tujuan.

1. Mengetahui kerja sistem bahan Toyota kijang 5K.

2. Mengetahui sistem bahan bakar kijang 5K.

3. Mengetahui gangguan terjadi pada sistem bakar Toyota kijang 5K

BAB II

BAHAN BAKAR TOYOTA 5K

A. Prinsip Kerja Sistem Bakar Toyota Kijang 5K

kerja sistem bahan pada Toyota kijang 5K bahan bakar mengalir tangki atau tempat bahan bakar sementara, kepompa melalui saluran bakar yang sebelum ke disaring terlebih dahulu mencegah adanya kotoran dan air akan masuk ke karburator. bahan bakar dialirkan ke dengan cara dipompa di dalam karburator bahan diatomisasikan dan disalurkan ke masing-masing pembakaran dalam jumlah sesuai dengan kebutuhan

Sistem bahan bakar sistem yang sangat pada motor bensin. pengertian dari sistem bakar itu sendiri adalah yang bertugas menyediakan bakar dan sekaligus memberikan bahan bakar sesuai kebutuhan mesin.

Sistem bakar terdiri dari komponenen, dimulai dari bahan bakar sampai karburator. Bahan bakar sementara dalam tangki bakar dan pada saat membutuhkan, bahan bakar di oleh pompa bahan dari tangki menuju melalui saluran bahan Air, pasir dan kotoran-kotoran dikeluarkan dari bahan Karburator menyalurkan sejumlah bahan bakar dan udara denngan kebutuhan mesin. bagian ini membentuk sebuah yang disebut sistem bakar.

Komponen yang terpenting dalam sistem bakar adalah karburator, selain karburator juga ada penunjang lainya yaitu bahan bakar, saluran bakar, dan pompa bahan

B. Komponen Sistem Bahan Pada Toyota Kijang 5K

yang terdapat pada bahan bakar Toyota 5K adalah :

1. Tangki Bahan

Kontruksi tangki bahan dan fungsinya

Gamabar 01. Tangki Bakar.

(New Step 1, :3-45)

Tangki bahan adalah tempat untuk sementara bahan bakar mobil atau motor beroprasi dalam waktu cukup lama tampa berhenti kerena tidak ada bakar. Biasanya tangki dibagian bawah kendaraan, terhindar dari kebakaran terjadi benturan dan mengurangi terjadi kebakaran. Pada tangki bahan bakar dari plat baja tetapi ada juga yang dari plastik atau Tangki yang terbuat plat akan dilaposi logam anti karat.

pada tangki bahan Toyota Kijang 5K :

1) Separator

berfungsi sebagai pemisah saat kendaraan berjalan berhenti secara tiba-tiba, tidak akan menimbulkan dan juga keluar melalui pengisian.

2) Fuel gauge unit

Fuel gauge unit adalah komponen berfungsi sebagai pengidentifikasi bensin yang terdapat tangki masi penuh kosong.

3) Saringan

Saringan 2-3 cm di bagian terendah dari Ujung pipa terpisah tangki agar air dan kotoran terhisap kedalam pipa bahan bakar.

4) Lubang

Lubang masuk berfungsi memasukan bahan bakar ke tangki bahan bakar.

5) utama

Saluran utama bahan bakar ke pompa bakar dan ke karburator.

6) Saluran

Saluran kembali berfungsi memasukan bahan bakar karburator atau pompa bakar ke dalam tangki bakar.

Gangguan pada bahan bakar dan gejala mungkin terjadi.

a) Tangki bakar bocor

Tangki bakar yang bocor karena benturan atau di dalam tangki bahan Bila hal ini dibiarkan, maka menimbulkan bahaya yang besar.

b) Tersumbatnya bahan pada saluran keluar

saluran keluar ini sering akibat adanya penguapan bakar dan pengembunan udara ruang tangki bahan yang apabila dibiarkan menguras tangki secara maka lama-kelamaan menjadi air dan kotoran akan menumpuk di tangki. Hal ini menjadikan tersumbatnya bahan bakar ke karburator.

c) Pengembunan pada tangki bakar

Udara yang pada tangki bahan akan mengembun pada kendaraan dingin dan menempel dinding tangki. Butiran-butiran air jatuh kedasar tangki, hal ini karena berat jinis air besar disbanding bahan Untuk mengatasi pengembunan tangki, maka tangki bakar tersebut harus

d) Vapor lock (penguapan bakar)

Vapor lock bahan bakar yang berfungsi sebagai mestinya, bahan bakar tersebut di dalam saluran bahan saat terjadi panas. termasuk bahan bakar, mudah menguap pada rendah, terutama pada bahan bakar antara dan pompa bahan bakar. Hal ini terjadinya sebagai vakum pompa. Apabila bahan dalam saluran pipa dan gelembung-gelembung gas terbentuk maka pompa bekerja hanya uap terbawa ke karburator.

e) Tersumbatnya pernafasan

Tersumbatnya saluran mengakibatkan perbedaan tekanan luar dengan udara tangki. jika hal ini terjadi, bahan bakar akan secara terus menerus tanpa adanya isapan pompa.

Gejala yang bila terjadi gangguan

a) Tangki bahan bakar

Gejala yang terjadi tangki bahan bakar adalah adanya tetesan bakar dari bagian kendaraan yang berasal tangki bahan bakar, bahan bakar dengan meskipun kendaraan diam dan bau bensin yang menyengat kendaraan tersebut.

b) Tersumbatnya bakar pada saluran

Gejala yang muncul bensin tidak dapat denngan lancar ke karburator/suplai bakar kurang. Gejala yaitu mesin tidak mau

c) Pengembunan pada tangki bakar

Gejala yang bila terjadi pengembunan tangki yaitu mesin tersendat-sendat sehinga putaran menjadi tidak stabil, sukar dihidupkan karena banyaknya genangan air di dasar akibat dari pengembunan

d) Vapor lock (penguapan bakar)

Gejala yang terjadi yaitu idle lebih kasar karena udara dan bahan bakar kurus, akselerasi kurang dan mesin mudah mati.

e) saluran pernafasan

Gejalanya mungkin terjadi yaitu bahan bakar kekarburator pada jalan menurun bau bahan bakar dari mesin dan sering banjir air horn karburator sehingga susah hidup.

2. Saluran bakar

Kontruksi saluran bakar dan fungsinya.

Gambar 02. Bahan Bakar

(New 1,Training Manual)

Bahan dari tangki menuju ke disalurkan oleh saluran bakar yang terdiri saluran utama dan pengembali. utama berfungsi untuk bahan bakar dari menuju karburator. Sedangkan pengembali berfungsi menyalurkan bahan bakar dari atau karburator ketangki. bahan bakar terbuat dua bahan yaitu pipa dan karet sintetis.

Saluran bakar dapat dibagi dua yaitu. saluran utama menyalurkan bahan bakar tangki ke pompa bahan atau sering disebut line dan saluran pembalik menyalurkan kembali bahan dari karburator ke tangki disebut fuel return

Gangguan pada saluaran bakar.

a) Selang retak

selang dan pipa bahan biasa disebabkan karena goresan atau keausan pipa dan selang itu sendiri umur yang sudah

b) Selang atau pipa

Slang atau pipa disebabkan karena terhimpitnya dan pipa dengan benda disekitar saluran.

Gejala mungkin muncul.

a) Selang dan retak

Gejala yang akibat slang dan pipa bakar retak, bila pada saluran hisap yaitu jumlah aliran bakar menjadi berkurang, motor akan menjadi pada saat membutuhkan bakar lebih. Apabila pada saluran tekan akan tercium bau bensin ruang mesin dan itu sangat

b) Slang atau pipa

Gejala yang muncul aliran bahan bakar ke terhambat yang mengakibatkan bakar tidak sampai ke sehingga engine tidak mau Bila selang pengembali pompa bahan bakar maka aliran bahan yang ke karburator semakin dan akan mengakibatkan karburator banjir. Slang atau kegencet bisa pula slang atau pipa lama kelamaan menjadi dan mengakibatkan kebocoran.

3. Saringan

Kontruksi saringan bahan dan fungsinya

Gamabar 03. Saringan Bakar

(New Step 1, 3 – 47)

Saringan bensin terletak di tangki bensin dan pompa

Saringan ini berfungsi menyaring dan air yang terbawa aliran Elemen yang terdapat di saringan akan mengurangi aliran bensin sehingga ada kotoran atau air akan ke bagian dasar saringan.

dua jenis saringan bahan yaitu model gelas dan katrid. Saringan model elemennya dapat diganti membuka rumah kacanya, model katrid bila kotor tidak dapat Untuk saat ini saringan bakar yang sering adalah model katrid lebih efesien dalam dan pemasangan, walaupun di dalam terhitung lebih boros di dengan model gelas.

cara membersihkankanya dengan menyemprotkan udara bersih dikocok-kocok dan dibilas hingga Penggantian saringan bensin baik adalah tiap pemakaian kendaraan sejauh km (per 12 bulan). Sedangkan waktu tersebut hanya di pengecekan dan perawatan apabila kotor.

Gangguan pada bahan bakar dan gejala mungkin terjadi.

1) Gangguan sering terjadi pada bahan bakar adalah saringan bahan bakar disebabkan adanya kotoran-kotoran ikut terbawa bersama bahan bakar.

2) Gejala sering terjadi yaitu aliran bahan bakar ke

Tersumbatnya saringan bahan akan menyebabkan tidak aliran bahan bakar ke Hal tersebut akan sangat putaran mesin khususnya saat tanjakan ataupun saat kecepatan tinggi. itu mesin akan tersendat-sendat saat akselerasi karena kurusnya campuran udara dan bakar.

4. Pompa Bahan bakar

pompa bahan bakar dan kerjanya

Gambar 04. Pompa Bakar Mekanik

(New 1, 1995. 3 – 48)

Karena letak yang lebih rendah karburator maka bensin dapat mengalir, sehingga pompa bahan bakar mengalirkan bahan bakar tangki ke karburator. Ada dua jenis bahan bakar, yaitu mekanik dan model elektrik. Toyota Kijang 5K menggunakan bensin model mekanik.

model mekanik menggunakan dan dua buah katup, yaitu masuk dan katub keluar.

mekanik pada umumnya oleh nok yang sekaligus pada pros nok dari pompa ini dipasang di samping silinder dekat dengan yang ditimbulkan oleh dari nok dan pegas penggerak sehinga timbul tekanan yang akan mengalir dan katup masuk maupun keluar.

Cara kerja bensin model mekanik Toyota Kijang 5K terdapat 3 yaitu :

1. Penghisapan

Gambar 05. Bahan Bakar Saat

(New Step 1, 1995. 3 – 48)

akan tertarik ke bawah rocker arm tertekan ke atas nok ruang di atas diagrahma menjadi vakum. Saat katup masuk akan dan bahan bakar akan menuju diagrahma dan katup tertutup Karena tertekan

2. Penyaluran

Saat nok berputar, rocker arm akan kembali ke semula sehingga diagrahma melalui katup keluar dan mengalir ke karburator.

Gambar 06. bensin saat penyaluran bakar.

(New Step 1, 3-49)

3. Tidak Bekerja

07. Pompa Bahan Bakar Tidak Bekerja

(New 1, 1995 3 – 49)

Jika bahan yang tersedia pada sudah cukup maka akan tertarik ke bawah dan pull rod pada posisi Hal ini disebabkan karena tekanan sama dengan tekanan bakar. Pada saat ini arm tidak bekerja walaupun nok akibatnya diagrahma diam dan bahan bakar tidak

Gangguan yang sering yaitu :

a) Diagrahma bocor.

bocor, akan berakibat saat melakukan langkah pompa tidak bias dengan efektif sehinga bakar kurang. Hal ini di tandai keluarnya bahan bakar lubang ventilasi badan

b) Katup isap inlet valve tidak menutup

Katup hisap inlet valve tidak menutup menyebabkan pada saat tekan bahan bakar di atas membrane, dan pada langkah tekan bahan sebagaian masuk outlet valve dan sebagian masuk ke chek valve sehinga bakar berkurang.

c) Katup check valve tidak rapat.

Katup outlet valve tidak menutup menyebabkan pada saat hisap pompa, inlet dan check valve terbuka bahan bakar yang membran menjadi minimal dan bahan bakar yang ke karburator pada saat tekan juga akan sekali. Gangguan dari atau outlet check ini biasanya disebabkan oleh yang ikut bahan sehingga kotoran tersebut salah satu atau katup tersebut. Di samping itu disebabkan pula karena dari inlet atau check valve ( sebagian inlet check valve outlet check valve pompa bahan bakar dari bahan karet ), ini sekali terhadap bahan dengan kualitas yang baik misalnya bercampur minyak tanah.

d) Oil seal

Kerusakan oil seal pada menyebabkan sebagian pelumas keluar melalui lubang Jika hal tersebut diikuti kerusakan atau kebocoran membran maka pada ventilasi keluar bahan bercampur minyak pelumas. Hal akan lebih berbahaya jika terjadi bahan masuk kedalam ruang sehingga kualitas pelumas rusak yang mengakibatkan kualitas sistem pelumasan.

e) pada pump lever arm

pada pump lever menyebabkan pump lever arm terus bersinggungan terhadap cam pompa sehingga akan suatu bunyi pada bahan bakar pada bekerja. Hal tersebut bisa dengan jalan mengurangi pada dudukan pompa

Gejala yang muncul terjadi gangguan seperti di yaitu :

a) Keluarnya bensin lubang ventilasi badan

b) Kurangnya pasokan bahan ke karburator.

c) Keluarnya minyak melalui lubang ventilasi.

d) bunyi pada pompa bakar.

5. Karburator

Tenaga bensin diperoleh dari campuran udara dan bahan di dalam silinder. Untuk campuran udara dan bahan yang sesuai dengan kerja mesin dipergunakan

Gamabar 08. Karburator

(Step 2 2 – 11)

Bahan bakar bensin masuk ke dalanm silinder bersifat sangat mudah agar mesin dapat efesiensi tenaga yang Bensin sedikit sulit bila tidak dirubah ke bentuk gas. Untuk itu harus dicampur degan dalam perbandingan yang

Perbandingan bahan bahan dan udara dinyatakan berdasarkan berat. Secara teoritis pencampuran bahan bakar udara adalah 15:1, bagian udara sebanyak 15 dicampur dengan 1 bagian bakar dalam satuan Tetapi pada kenyataanya, menghendaki perbandingan yang dan tergantung pada temperature mesin, beban dan kondisi

Kondisi kerja mesin udar dan bahan bakar

start tempertur rendah 1:1

Saat sart temperatur (20º) 5:1

Saat idling

Saat putaran lambat 1

Saat akselerasi 8. 1

Saat maksimal (beban penuh) 1

Saat putaran sedang 16-18 :1

Tabel 1. Perbandingan bakar dan udara sesuai mesin.

(New step 1, 3-51)

Pada kendaraan Kijang 5K menggunakan karburator double barrel. Untuk kebutuhan kerja pada pada karburator terdapat sistem, antara lain. a). pelampung, b). sistem stasioner dan lambat, c). primary high system (sistem utama), d) high speed system, e). Low Speed System, f). sistem (power system), g). Sistem (acceleration system), h). sistem i). Positive Crankcase Ventilation System.

a. Sistem Pelampung

Kontruksi pelampung dan cara kerjanya.


09. Sistem Pelampung.

(New 1, 1995. 3 – 54)

Akibat mengalirnya melalui venturi, maka terjadi kevakuman pada akibatnya bensin keluar ruang pelampung melalui utama. Jika terjadi tinggi antara bibir dan permukaan bensin berubah, jumlah bensin yang di oleh nozel berubah Untuk menjaga agar nozel di dalam ruang selalu tetap, maka pelampung akan mengaturnya.

bensin mengalir melalui valve dan masuk ke ruang maka ruang pelampung terangkat ke atas, needle menutup dan menghentikan aliran Bila permukaan bensin karena dipakai untuk maka pelampung dan needle terbuka dan bensin akan ke ruang pelampung dengan

Gangguan pada sistem dan gejala yang munkin

1) Gangguan needle valve aus dan tinggi pelampung yang tepat.

Ujung needle aus dan penyetelan tinggi pelampung terlalu tinggi akan bahan bakar terlalu mengalir keruang pelampung pda saat akselerasimesin akan dan mesin akan suluit dihidupkan karena banjir.

2) valve tersumbat dan katup macet

Needle valve katup jarum macet dan tinggi pelampung yang rendah akan menyebabkan bakar yang mengalir ke pelampung terlalu sedikit. Hal akan menjadikan putaran kasar dan mesin juga untuk di hidupkan karena bakar terlalu kurus.

yang muncul bila gangguan pada sistem adalah mesin tersendat-sendat saaat akselerasi, putaran atau stasioner kasar dan sukar untuk dihidupkan.

b. stasioner dan kecepatan lambat low speed system)

Kontruksi dan kerjanya

Gambar 10. Sistem dan Kecepatan Lambat

(New 1, 1995. 3 – 56)

Bila mesin lambat dan throttle valve sedikit maka jumlah yang masuk ke karburator sedikit. Bensin tidak nosel utama karena ke vakuman pada venture Oleh sebab itu digunakan low speed circuit untuk bensin dibawah throttle pada saat mesin

1) Mesin berputar stasioner

Bila throttle valve maka kevakuman yang pada bagian bawah valve besar karena dari langkah hisap Hal ini menyebabkan bensin yang dengan udara dari air keluar dari idle ke intake manifold dan masuk ke silinder.

Gambar 11. Skema bensin dan udara saat valve menutup.

2) Throttle dibuka sedikit

Pada ini jumlah udara yang bertambah. Hal ini akan menyebabkan di bawah throttle valve sehingga bahan bakar kurus. Untuk mencegah hal itu pada saat throttle dibuka sedikit, slow mengeluarkan bahan bakar.

13. Skema aliran bensin dan saaat throttle valve sedikit.

Adapun komponen yang erat hubugannya sistem primary low speet antara lain.

a) Sekrup campuran idle (idle adjusting screw).

Gambar 11. Penyetel Campuran Idle.

Step 1, 1995 3 – 56)

Campuran dan bahan bakar supaya berputar stasioner adalah 11. udara dan bahan bakar diameter dalam slow Penyetelan perbandingan ini diatur oleh scrup penyetel stasioner dengan jalan skrup tersebut.

b) Slow jet

bahan bakar yang untuk primary untuk low circuit dikontrol oleh jet. Bahan bakar dialirkan melalui slow jet skrup penyetel dan masuk ke silinder.

c) Air bleeder

Air bleeder mengatomisasikan bahan bakar bercampur dengan udara. primary low speed circuit dua bleeder, yaitu air

bleeder no. 1 air bleeder) dan air bleeder no. 2 (secondary air

d) Economizer jet

Economizer jet berfungsi kecepatan aliran bahan sehingga diperoleh campuran bakar dari air bleeder 1 dan 2.

e) solenoid

Bila mesin terus menerus setelah switch pada posisi ini dinamakan “dieseling”, yang oleh campuran udara dan bakar yang dibakar pemanas yang berlebihan busi katup gas buang. satu cara untuk dieseling adalah menghentikan suplai bahan bakar ke (idle port) atau udara yang masuk ke manifold.

Gambar 12. Katup

(New Step 1, 1995. 3 – 54)

kerja katup solenoid.

ignition switch pada OFF, ktup solenoid menutup saluran bahan yang ke low speed circuit. ignition switch pada ON, bahan bakar mengalir katup solenoid dan katub sehingga bensin mengalir low speed circuit. Apabila solenoid tidak terbuka, mesin dapat dihidupkan tidak dapat berputar idling.

1) Gangguan pada low speed system dan gejala mungkin terjadi.

Putaran atau stasioner adalah mesin tanpa beban dengan kata lain mesin bekerja walau /tanpa menginjak pedal Gangguan yang sering pada sistem ini adalah.

a) jet kotor atau tersumbat.

jet adalah saluaran bahan pada saat katup gas sehingga apabila saluran bakar slow jet tersumbat maka akan mengakibatkan mesin kasar karena bahan bakar.

b) Setelan mixture adjusting screw tepat.

Jumlah campuran dan bahan bakar yang ke dalam silinder pada putaran idling/stationer, ditentukan idle mixture adjusting Apabila jumlah bahan yang masuk ke dalam terlalu banyak, maka mesin pada saat kasar. Hal ini diakibatkan tidak didalam melakukan penyetelan idling/stationer.

c) Penyetelan pelampung tepat.

Bila penyatelan pelampung di ruang pelampung tidak maka akan mengakibatkan bahan bakar berlebihan kekurusan. Apabila jumlah bakar di dalam ruang terlalu banyak, maka bakar tersebut akan dengan sendirinya melalui walaupun katup gas dalam tertutup. Selanjutnya apabila maka akan mengakibatkan udara dan bahan bakar gemuk atau kaya menyebabkan putaran idling/stasioner kasar.

d) Packing karburator

Bila packing rusak/robek, akan mengakibatkan masuknya luar ke dalam karburator. masuknya udara luar celah-celah packing yang maka akan mempengaruhi udara dan bahan bakar mengakibatkan putaran stationer kasar.

c. Sitem utama High Speed System)

dan cara kerjanya.

Gambar 13. Utama.

(New Step 1, 3 – 58)

Primary high speed berfungsi mensuplai bahan pada saat kendaraan pada kecepatan sedang dan High Speed Circuit untuk menyediakan campuran dan bahan bakar yang yaitu ( 16-18. 1). Untuk output yang tinggi disediakan tambahan sistem sistem akselerasi dan sistem

Cara kerja Primari Speed Sistem :

Bila throttle valve dibuka kecepatan udara yang pada venturi bertambah, akan terjadi perbedaan pada ujung nosel dan pelampung. Tekanan pada nosel akan lebih dari pada ruang Akibatnya bahan bakar ruang pelampung mengalir dan keluar melalui nosel dahu dicampur udara main air bleeder. Skema bahan bakar pada High Speed System sebagai berikut.

Gamabar 17. aliran bahan bakar High Speed System

jumlah bahan bakar disalurkan oleh nosel pada high speed maka jumlah bahan yang disuplai oleh low system berkurang.

Hubungan jumlah bahan bakar pada High Speed dan low speed system adalah diperlihatkan pada grafik ini.

Gambar 18. Gravik Antara Low Speed dan High System

Adapun komponen yang erat hubungan primary high speed antara lain :

Toyota Kijang

a) Main jet

jet mengontrol jumlah bensin disalurkan oleh primary speed system.

b) Air bleeder

Air membantu mengatomisasi bahan agar mudah bercampur udara, sebelum dikeluarkan nosel.

Cara kerja air

Bila tekanan pada ujung nosel turun, udara dan air bleeder masuk dan mencampur bahan bakar, bahan bakar akan gelembung. Campuran tersebut dari nosel utama dan dicampur lagi dengan dari air horn sehingga gelembung – gelembung yang yang berupa campuran dan bahan bakar. Gelembung di akibatkan karena udara masuk ke air bleeder bercampur bahan bakar melewati – lubang kecil disisi air

Gamabar 19. Air Bleeder.

(New 1, 1995 3 – 59)

Gangguan pada hig speed system dan gejala mungkin terjadi.

a) Tersumbatnya jet

Tersumbatnya atau kotornya jet (jet utama) ini disebabkan saringan bahan bakar sudah jenuh. Melemahnya filter dalam menyaring menyebabkan masuknya kotoran ruang pelampung dan juga jet. Hal ini akan mengakibatkan bahan bakar yang pada sistem utama lebih kurus sehingga high speed system tidak sempurna. Gejala timbul yaitu pada sedang berkisar antara rpm tenaga kurang sekali.

b) main air bleeder

Hal ini disebabkan udara yang masuk air sedikit membawa kotoran, atomisasi dari bahan menjadi kurang sempurna. Hal dikarenakan kondisi filter kotor. Gejala yang dilihat yaitu pada rpm 2000-3000 pada primary nozel tidak mengabut baik.

d. Secondari High System .

Kontruksi dan cara

Primary high speed berfungsi pada saat bekerja pada beban dan jumlah udara yang sedikit. Tetapi apabila beban berat atau tinggi suplay campuaran dan bahan bakar ke silinder Primary High Speed tidak cukup maka High Speed System saat itu mulai bakerja.

High Speed System sama seperti Primary Speed System, tetapi Secondary High Speed direncanakan untuk bekerja mesin membutuhkan out put yang maka ukuran (dia dari nozel, venturi dan jet lebih besar.

Gamabar 20. High Speed System.

Step 1, 1995 3 – 61)

Cara Secondary High Speed :

Bila mesin berputar putaran rendah, vacum dihasilkan oleh vacum pada primary masih sehingga vacum di dalam diagrahma juga masih dan secondary throttle valve bisa membuka. Bila mesin semakin tinggi vacum bleeder pada mampu menyebabkan secondary valve terbuka sedikit, sedikit terbukanya secondary valve akan menyebabkan pada rumah diagrahma dan secondary throttle valve semakin lebar. Hal ini menyebabkan ke secondary dan bahan bakar dari nosel sekunder.

aliran bahan bakar sebagai berikut :

Gambar 21. aliran bahan bakar high speed system

yang terjadi pada high speed system dan yang mungkin terjadi.

a) pada secondary main jet akan menyebabkan tidak aliaran bahan bakar pasokan bahan bakar berkurang, yang mana sistem ini di butuhkan pasukan bakar yang kaya dengan perbandingan 12-13. 1. yang dapat dirasakan pada saat putaran di atas 3000 rpm maka akan sangat kurang

b) Kotornya secondary main air

Hal ini dikarenakan kondisi filter kotor, sehingga udara masuk air horn sedikit kotoran. Gejala yang di lihat yaitu pada putran di atas 3000 rpm secondary main nozzle mengabut dengan baik.

e. Low Speed System

Kontruksi dan kerjanya

Gamabar 21. Secondary low system.

(Step 2, 1994 2 – 58)

Bila thorottle valve mulai aliran udara dalam bergerak lambat, sehingga bakar dalam secondary nozel sangat sedikit. Hal ini menyebabkan campuran bahan menjadi kurus, karena yang masuk banyak, ini hasil kerja dari yang lambat mengakibatkan menjadi tersendat-sendat selama Untuk mengatasi ini saat secondary throttle valve sedikit dan di depan secondary port timbul kevakuman bahan bakar mengalir.

yang terjadi pada low speed system dan geja mungkin terjadi.

Kotornya slow port akan tidak lancarnya aliran bakar sehingga pasokan bakar akan berkurang. dapat dirasakan adalah saat akselerasi.

f. Sistem (power system)

Gambar 22. Tenaga.

(New Step 1, 3 – 61)

Primary high speed direncanakan untuk pemakaian bakar yang ekonomis, mesin harus mengeluarkan yang besar maka ada tambahan bahan bakar ke high speed system. bahan bakar tersebut oleh power system campuran udara dan bahan menjadi kaya 912-13

Cara kerja power adalah.

Bila primary valve terbuka sedikit pada beban ringan kevakuman pada intake akan besar, akibatnya piston akan terisap dan pada posisi atas. Hal ini menyebabkan power valve (B) menahan power valve, power valve tersebut

Apabila primary throttle dibuka agak lebar pada kecepatan tinggi menanjak, maka kevakuman intake manifold berkurang pada power piston kebawah oleh power spring (A) sehingga power terbuka. Bila hal ini terjadi, bahan bakar mengalir power jet dan primary main jet ke hig speed system sehingga udara dan bahan bakar kaya.

Di bawah ini diperlihatkan alliran bahan bakar dan mengalir pada power :

Gambar 24. Skema aliaran bakar secondary low speed

Gangguan yang terjadi power system dan gejala mungkin terjadi :

a) Macetnya piston menekan power

Hal ini menyebabkan power jet selalu bahn bakar, baik itu kecepatan sedang atau sehingga menyebabkan konsumsi bakar menjadi boros. yang timbul dapat pada sisi knolpot terdapatnya endapan karbon kering (jelaga karbon knalpot). Hal ini disebabkan karena pada power piston isapan intake manifold saluran vacuum bleeder mampu melawan pegas piston.

b) Power piston pada posisi terangkat.

valve yang selalu akan menyebabkan tidak distribusi bahan bakar power jet. Hal ini akan pasokan bahan bakar pada saat power sehingga tenaga yang jaga sangat kurang. tersebut juaga bisa kalau power jet kotor/tersumbat.

g. Percepatan (Acceleration System )

dan cara kerjanya

Percepatan mesin dilakukan saat membuka secara tiba-tiba, jumlah campuran bahan dan udara yang diperlukan lebih cepat dan lebih akan tetapi karena bakar lebih berat pada udara maka bakar akan datang sehingga campuran akan kurus, padahal saat dibutuhkan campuran yang Oleh karena itu korburator dengan sistem akselerasi/percepatan. percepatan menambahkan bahan keruang bakar agar menjdi kaya dan hasil menjadi besar. Sistem sangat berguna sekali waktu akselerasi atau kendaraan lain, pada ini engine butuh campuran kaya.

Gamabar 23. Sistem

(New Step 1, 1995 3 – 61)

system berfungsi untuk terjadinya campuran bahan yang kurus pada throtle valve terbuka tiba-tiba dengan jalan sejumlah campuran bahan yang diperlukan untuk yaitu 8 :1.

Cara kerja percepatan:

Pada saat gas di injak secar tiba-tiba, pump (pompa plunyer) turun menekan bensin ada pada ruang bawah pump. Akibatnya bensin mendorong outlet steel dan pemberat kemudian bensin ke primary ventury melalui jet setelah melakukan penekanan pump plunger kenbali ke semula pada saat dan bahan bakar masuk ke dalam ruang pompa inlet steel ball persiapan saat akselerasi Keluarnya bahan bakar terjadi sekali yaitu ada penekanan dari pumpa banyak sedikitnya bahan yang keluar tergantung cepat atau lambatnya akselerasi di injak.

Skema bahan bakar dan udara saat sistem akselerasi sebagai berikut.

Gambar 26. aliran bahan bakar percepatan.

Gangguan yang pada sistem percepatan dan yang mungkin terjadi.

utama dalam sistem yaitu steel ball/bola (inlet steel bal dan outlet ball), plunger dan pump Pada saat percepatan campuran bahan bakar lebih kurus yaitu 8: 1. Hal ini disalurkan melalui sitem yang komponennya yaitu ball inlet yang langsung dengan ruang (one way). Plunger proses expansinya akan bahan bakar dari pelampung melalui steel inlet. Pada saat akan menutup steel inlet dan membuka steel outlet sehingga bahan terkirim ke pump jet. ball outlet menutup outlet pada saat plunger expansi sehingga tidak masuk ke ruang (diharapkan bahan bakar yang masuk dari Pump jet fungsinya menyemprotkan bakar menuju ke sistem.

kerusakan yang bisa pada sistem ini adalah.

a) ball inlet tidak menutup rapat.

Steel inlet tidak bisa rapat akan mengakibatkan bahan bakar ke pump jet karena pada saat plunger, bahan bakar masuk ke pelampung dan sebagian ke outlet.

b) Steel ball tidak menutup rapat

Hal ini mengaklibatkan pada expansi bahan bakar dari pelampung yang dihisap udara dari saluran yang masuk keruang sehingga pada saat tidak ada bahan bakar masuk ke pump jet.

c) pump jet

Tersumbatnya pump jet akan tidak adanya pasokan bakar pada saat menjadi lemah.

h. Sistem

Krontruksi dan fungsinya

Saat dalam kondisi dingin, tidak akan menguap baik dan sebagian campuran yang mengalir akan pada dinding intake karena dalam keadaan Hal ini akan mengakibatkan campuran dan bahan bakar menjadi sehingga mesin sukar Sistem cuk pada karburator ada dua yaitu manual dan otomatis. cuk pada Toyota Kijang 5K sistem cuk tipe manual.

24. Sistem Choke.

(New 1, 1995 3. 63)

Katup cuk akan rapat pada saat mencapai 25ºC oleh thermostatic (bimetal). Bila hidup dalam keadaan cuk tertutup, maka akan kevakuman dibawah katup Hal ini menyebabkan bahan bakar oleh primary low dan high system seingga campuran kaya.

Fungsi dari breaker adalah memegang paksa katup cuk agar membuka untuk membiarkan masuk secukupnya guna campuran gemuk ketika cuk tertutup penuh. Sedangkan choke opener adalah membuka penuh ketika choke ditarik keluar, melalui choke breaker, temperatur air pendingin mesin di atas angka spesifikasi.

pada cuk dan gejala yang terjadi.

a) Kerusakan pada

Kerusakan pada coil menyebabkan pembukaan cuk menjadi sehingga pada saat terjadi kelebihan bahan Hal ini akan menjadikan mesin dan mesin sulit untuk

b) Cuk tidak bisa menutup

bisa menutupnya cuk kemungkinan oleh kotornya mekanisme. Hal ini menyebabkan kurangnya bahan pada start awal, start bisa terjadi berulang-ulang.

i. Positive Crankcase (PCV) System

Kontruksi dan kerjanya

Gambar 25. Positive Ventilation (PCV) System.

Step 1, 1995 3: 3 – 63)

Positive ventilation (PCV) Sistem untuk mencegah mengalirnya by gas (campuran udara dan bahan yang bocor) agar ke adara luar, yang mengakibat pengotoran udara. tersebut dilakuakn dengan mengalirkan kembali blow by gas ke manifold sesuai dengan kerja mesin. Sisa gas yang masih biasa di didalam ruang poros akan menggangu sistem lain dan juga mempengaruhi pelumasan maka sistem ini penting untuk menjaga sistem yang di dalam tetap dalam performanya.

26. Cara Kerja Positive Ventilation (PCV) System.

Step 1, 1995 3 – 630)

a) saat mesin mati bila terjadi back dengan adanya pegas, akan tertekan ke bawah saluran yang menghubungkan manifold dan crankcase.

b) Pada putaran idle atau pengurangan kecepatan, kevakuman manifold tinggi, sehingga akan tertarik ke atas (ke intake manifold) untuk luas saluran gas ke intake berkurang.

c) Pada saat bekerja normal, kevakuman intake manifold lebih dari pada keadaan (2) hal ini mengakibatkan valve akan turun seihingga saluran gas lebih luas.

d) Pada akselerasi atau pada beban berat, kevakuman intake manifold lebih lagi sehingga valve bergerak lebih turun tetapi belum menutup. luas saluran gas menjadi yang mana blow by gas mengalir ke intake manifold jumlah yang besar. gas yang dihasilkan melebihi saluran gas pada valve, gas dialirkan ke karburator melalui yang dipasang antara dan sarinagan udara.

Gangguan terjadi pada (PVC) dan yang mungkin terjadi.

yang sering terjadi PVC yaitu valve yang ada PVC tidak bisa menutup rapat. Hal ini disebabkan karena dalam katup PVC tidak bekerja dengan normal/patah mengakibatkan tidak sesuainya bahan bakar yang kesilinder yang menyebabkan mesin menjadi goncang tidak stabil.

BAB III

PENUTUP

A.

Simpulan yang dapat dari tugas akhir berjudul Mekanisme dan Trouble Sistem Bahan Bakar Kijang 5K sebagai berikut.

1. dari sistem bahan adalah: untuk menyediakan bakar dan sekaligus memberi bahan bakar sesuai kebutuhan mesin.

2. Komponen bahan bakar Toyota 5K terdiri dari. tangki bakar, saluran bahan saringan bensin, pompa mekanik, dan karburator.

3. Fungsi untuk mencampur bahan dan udara dalam perbandingan tepat sesuai dengan mesin.

4. Prinsip kerja berdasarkan kevakuman yang adanya aliran yang pada venture.

5. Ganggunan sering terjadi pada diakibatkan adanya kotoran-kotoran terdapat pada saluran-saluran di karburator dan keausan dari komponen.

B. Saran

Saran dapat penulis berikan ;

1. Melakukan perawatan sistem bakar secara berkala mencegah kerusakan atau pada komnponen-komponen system bakar di antaranya tangki bakar, pompa bahan karburator, dan saluran bahan

2. Mengganti saringan bahan apabila sudah kotor mencegah kotoran masuk karburator.

3. Melakukan analisa urut sehingga akan dan mempersingkat waktu dalam pengecekan maupun perbaikan.

PUSTAKA

Anonim. 1995. New 1 Training manual. PT. Toyota Motor

Anonim.1994. New Step 2 Manual. Jakarta. PT. Toyota Motor

Anonim. 1996. Reparasi Mesin 5K. Jakarta PT. Astra Motor

Toyota Kijang

Interesting

Tagged as:

Here you can write a commentary on the recording "AREK-AREK MOJOREMBUN: MEKANISME DAN TROUBLE SHOOTING SISTEM BAHAN BAKAR…".

Sign in, to write a review.

Twitter-news
Our partners
Follow us
Contact us
Our contacts

dima911@gmail.com

Born in the USSR

423360519

About this site

For all questions about advertising, please contact listed on the site.


Toyota cars catalog with specifications, pictures, ratings, reviews and discusssions about cars Toyota.