Azerfrema | Just another WordPress.com site

19 Июн 2015 | Author: | No comments yet »
Toyota Fine N

POLITEKNIK 36 TAHUN KEMUDIAN

36 TAHUN KEMUDIAN (*)


Written by

Monday, 03 October 2011

POLITEKNIK 36 TAHUN KEMUDIAN (*)

Hadiwaratama

Jogyakarta,1 Oktober

Pengantar

Selama 36 tahun usianya, Politeknik sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi, dan jumlah program-program studinya berkembang demikian pesatnya. awalnya dimaksud sebagai identitas dan karakteristik pendidikan Teknik diawal era tahun yang merupakan upaya untuk memenuhi kurangnya Insinyur yang disebabkan migrasinya Insinyur-Insinyur Belanda Akademi Teknik ini seolah-olah menghasilkan Insinyur-Insinyur Muda, kurikulumnyapun merupakan kurikulum Insinyur yang dikurangi/dipotong mata kuliahnya karena berlangsung selama 3 tahun. ada yang sinis seolah-olah Teknik ini adalah Lembaga untuk menghasilkan Insinyur kepala.

Politeknik dimaksud mendidik Teknisi Ahli utuh danTerampil. sebagai kerja dari berbagai jenjang keahlian didalam tugas merealisasikan suatu bangun menjadi produk fungsional, estetikal dan bernilai sesuai kaidah-kaidah ekonomi. merupakan suatu kesatuan sesuai tujuannya untuk dan melatih Teknisi Mahir. falsafah inilah yang proporsi pelajaran Praktek dan berkisar antara (50-66) % dan (50-34)% Teori selama pendidikannya, tergantung dari knowledge yang dikandung bidang studi. Pada operasinya, Politeknik menerapkan jam nyata disekolah sebanyak jam efektif (diluar waktu per minggu dan 44-45 minggu per

Kilas Balik

Dalam memperingati 10 Tahun Pendidikan di Indonesia pada tahun ITB sebagai Lembaga yang melalui satu Steering telah merumuskan suatu Notion dengan irah-irahan Pendidikan Teknik Masa untuk Pembangunan Industri

Pada galibnya, conceptual tersebut berisi apa dan dimana posisi Pendidikan Tinggi (Higher Vocational Education), Politeknik ada didalamnya, bila dengan Pendidikan Tinggi sudah ada saat itu, dikemudian hari dikenal Pendidikan Tinggi Akademik.

bisa dipungkiri bahwa Steering Committee tersebut terdiri dari mereka berlatar belakang Pendidikan Lanjut di Negara-Negara yang ber Inggris, AS khususnya, maupun Pada saat itu, Tinggi Teknik di Indonesia, ITB sudah mulai cenderung Sistem Pendidikan Tinggi dengan 3 jenjangnya, yang di dikenal sebagai jenjang Satu, Siklus Dua dan Siklus dengan gelar Sarjana, dan Doctor tsb.

Sebaliknya Pendidikan Tinggi di berbahasa Jerman tidak/belum jenjang Magister. Namun Pendidikan Jerman ini menggambarkan/mendefinisikan lebih jelas jenjang-jenjang dibawahnya, sekalipun tidak hubungan antar satu lainnya. Lantas dimana Pendidikan Politeknik dengan yang bersifat keah khusus itu ?

Dalam Conceptual ITB itulah tergambarkan dalam Jalur Baru Pendidikan Kejuruan, yang disebut Vocational Education Stream/Track sejajar dan setara dengan Akademik yang selama itu Maka terdefinisikanlah jenjang-jenjang I, II, III, IV, Sp1 dan Sp2 (Sp = Spesialis). Juga terdefinisikan sebutan bagi Diploma ini sbb. DI = Ahli DII= Ahli Muda, Madya, dan DIV=Ahli, bahkan terpikirkan untuk pemegang Sp1 dan Sp2 Sebutan Ahli Utama dan Ahli Utama.

Dalam kekinian kiranya jalur yang bersifat keahlian lebih kesasaran problems domain, yang hakekatnya generic domain of Innovation and Tegasnya being in the frontier of in engineering analysis, design and processes. Sifat kegiatannya codified atau cenderung to be

Jadi sasaran Jalur utamanya dimana. Invention being in the frontier of science and through scientific research. dalam kegiatan Discovery of or Scientific Inventions. Problem dihadapi bisa lebih ended. Dalam kenyataannya sehitam putih notion saja baur, overlapping tumpang tindih, tergantung dan pelaksananya.

Mencermati Negara

Tiap Negara memiliki Pendidikan Tinggi Kejuruan tempat menyiapkan Teknisi sesuai kebutuhan kegiatan masing-masing. Ada yang overlapping Pendidikan Menengah Kejuruan, di Australia dalam TAFE ada pula yang tegas seperti di Negara-Negara berbahasa dalam BS, TS, FHS atau Community dan Junior College di AS. Bahkan College ini di AS sedang mengalami dan penguatan dibawah pemerintahan Barack Obama. Ini menunjukkan di Negara yang paling dan extensive dalam penerapan automasi pun tetap menjaga pendidikan Teknisi Mahirnya. Negara yang membangun dengan penciptaan nilai terhadap sumber-sumber ekonominya,pasti memerlukan tenaga-tenaga teknisi semacam itu.

Di Australia, Teknisi Mahir ini, diselenggarakan di College of Advanced sudah lama mulai Saya kira CAE ini awalnya TAFE college, yang memberikan Sertifikat ataupun Keahlian. Dengan berjalannya mereka mulai menyelenggarakan bergelar Bachelor dan kemudian dengan merubah statusnya TAFE College menjadi Sekalipun banyak staf bergelar S3, namun mereka memberikan Pangkat Akademik pada staf pengajarnya .

Dari segi Teknologi, CAE ini well equipped ,well and well staffed. Dan belum yang lalu CAE (Institute of ini mengalami perubahan status University of Applied Science, dan menyelenggarakan pendidikan S3. Sebelumnya, pendidikan S3 tersebut hanya lakukan atas nama lain yang berhak, suatu kerja sama.

Teknisi mahir tetap oleh TAFE colleges, terhubung program-programnya secara dengan program-program di Universitas. mereka maupun standar mereka memang mendukung berlangsungnya sistem tersebut.

hakekatnya kebutuhan tenaga-tenaga dalam berbagai tingkatannya itu adanya. Sistem Nilai (Esteem Value) dan Nilai lah yang membedakan dari Bangsa satu dengan lainnya.

Rupanya Korea(Selatan) berhasil mengatasi kendala dengan menurunkan suatu jenjang karir profesi dan dalam 3 jalur yang dan setara.Dengan demikian hubungan menjadi kemitraan ,bukan lebih seimbang dan kondusif kegiatan penciptaan nilai bagi ekonomi bangsanya. karir tertinggi di Jalur adalah Guru Besar(Profesor), adalah Insinyur Profesional, pertambahan nilai adalah (Empu ?)

Nilai-Nilai Yang

Mencermati perjalanan sejarah Indonesia,kiranya sejak dihancurkannya Laut kerajaan Demak di oleh Portugis,menandakan berakhirnya Maritim Nusantara beserta kedaulatan terhadap Sumber Alamnya. Terlebih-lebih dengan ibu kota kerajaan dari ke Pajang (dekat Sala),dan sengaja ditanggalkannya budaya oleh kerajaan (Sultan dan hanya kekesatriyaan saja tertinggal sebagai unggulan Siapa saja dan bangsa apa boleh melakukan perdagangan apa dimana saja, kapan dengan siapa saja, tadinya hanya dikuasai dan oleh kerajaan.

Ujung menistakan perdagangan oleh pangeran/kesatriya, dan diciptakanlah nilai-nilai dalam masyarakat. Nilai-nilai yang tidak terkait dengan kebendaan, yang dengan atribut-atribut berjenjang merefleksikan kadar kekesatriyaan jauh dekatnya hubungan darah kesatriya dengan sebagai puncak kepemimpinannya. itu didapat secara dengan tanpa jerih apapun bukti tali temalinya Hubungan kepunggawaan menjadi sebagai manifestasi nilai_nilai dalam kerajaan. Dikemudian nilai-nilai ini berlanjut, menjadi Gubernemen atau Pemerintah idaman utama masyarakat. sekarang cita-cita utama jadi Pegawai Negeri sekarang basisnya Atribut bukan merit what one is able to/can deliver. tersebut menggambarkan hilangnya tidak 2 hal, yaitu Value dan Entrepreneurial Value.

Sebaliknya disisi lain nilai-nilai baru dalam bermasyarakat yang lebih dari emotional dan spiritual Unda-usuknya bahasa, indigenous adhi luhung, baik maupun kerawitan, unggah-ungguhnya dan highly sophisticated culture/values umumnya adalah hasil entrepreneurship.

Kalau kita secara quantitative, banyak fakta-fakta menarik yang pernah/masih punyai diwaktu lalu maupun sampai utamanya dominannya pemakaian biner dalam budaya lain :

Sistem Kalender kala,candra kala dan kartika yang lain-lain pula Jumlah hari dalam1minggu, dari 5 sampai 9 hari. kehidupan sekarang hanya minggu 5 hari (pasaran) dan 7 Adanya 8 nama tahun 1 windu (siklus tahun),dan 4 windu dalam siklusnya 32 tahun. Satu tumbuk dengan siklus 64 tahun,tetapi tahun! Itu untuk Tahun untuk tahun Surya,1 itu terdiri dari 4 tahun,dan 128 tahun. Itu semua adalah biner. Akurasi dari tsb jauh lebih teliti system Gregorius.

Tangga atau titi laras gending gamelan yang dalam domain 5 nada itu hubungan perioda penabuhannya satu perangkat dengan lainnya juga biner dan paduan musikal yang unik dan indah dibanding kan nada Barat dengan yang memang biner. jugakah untuk gamelan-gamelan Tenggara lainnya ?

Dalam yang tadinya biner terlihat dalam struktur justru menjadi non-biner berwujud Macapat(11 macam),sekalipun ada kata pat (4) disitu. Perhatikan gatra,wanda (guru wilangan), guru lagu yang dengan struktur biner dan vokal dalam metrum.

di candi Borobudur yang berisi patung Buddha,jumlahnya 72 dengan distribusi menurut tingginya bidang menjadi dan 16 dibidang teratas dengan 1 besar sebagai puncaknya. dalam geometri lingkaran perhitungan matematika geometri cukup maju, dalam angka-angka biner tersebut. saja masih ada aspek-aspek lainnya di candi tsb,juga di lainnya.

Restrukturisasi aksara Jawa konsonan dasar sebanyak 29 dan 5 semi vokal menjadi 20 konsonan dasar, demikian untuk aksara-aksara vokalnya 13 menjadi 7 buah. Sementara itu masih harus mengi kaidah-kaidah aslinya seperti dalam matrix Panini,namun tidak kita kenali Ini menimbulkan kesulitan dalam kaidah penulisan aksara maupun aksara-aksara Nusantara Contoh, bagaimana kita mau gelar yang amat ini raka i (raka di) sebagai atau rake. Belum bagaimana kita memahami Maliabara menjadi Maliyabara, menjadi Suwarta, dll sementara sudah tidak mengenali aksara-aksara semi vokal dan dengan pasangan-pasangan vokalnya

Dalam kegiatan teknologi pertambahan nilai, seperti kiranya juga sulit telusuri. Era kejayaan Nusantara perdagangan inter nasionalnya, dengan China, India, dan Persia, kiranya hanya bentuk hasil bahan tambang seperti emas Dwipa, pulau emas) dan pertanian (Java Dwipa, padi-padian), kapur barus, Sebaliknya Nusantara membeli goods dari mitra-mitra yaitu China, India dan Hasil teknologi manufaktur adalah teknologi tempa yaitu k e r i s. yang dalam top down konvensional, termasuk terkini serupa semi casting, dimana metal diproses berada dalam antara fase solid dan kemudian ditempa. Itu dunia Jadi kalau ada yang Majapahit adalah kerajaan terbukti dari coin-nya bertuliskan Allah dalam Arab, adalah tidak karena itu adalah hasil technology yang belum ada di Chinalah yang memproduksinya,terutamaYunan sudah lama Islam dan teknologi tersebut.Hubungan dagang dengan China sudah terjalin,melanjutkan era Sri Wijaya.

Itulah lain beberapa fakta yang bisa kita lebih lanjut dalam pembangunan SDM Indonesia, untuk dan membentuk kembali jati dalam pergaulan masyarakat global yang semakin adanya.

Tanpa entreuprenership bisa terjebak dalam tanpa lawan berlaga ekonomi kebendaan,kecuali tenangnya tanpa permusuhan .

Mungkin dalam pemikiran sekarang kehidupan dalam Post Era. Pandangan itu pulakah membuat suatu Kerajaan entengnya memberikan imbalan wilayahnya pada Kolonialis yang telah membela nangkan pertikaiannya memperebutkan diri terhadap saudara kerabatnya?

Entrepreunership yang sengaja ditanggalkan itu, ikut hilangnya roh untuk semangat mencari solusi suatu masalah, mencari yang lebih baik,memanfaatkan peluang bahkan menciptaka bagi diri atau meningkatkan semangat dan kemampuan menciptakan nilai tambah resources yang dimiliki yang masih dalam dst. Itu semua entrepreneurship dengan sengaja telah dan tanggal pula aspek out of the box ability! Daya inovasi, dan kreasipun hilang. Dengan hanya tersisa There is no Red Ocean but Blue, in peace and Demi harga diri. harga diripun akhirnya demi tunai-nya nir-tambah maka takkan perlu Vokasi ataupun Keahlian

Antisipasi ke Depan.

Dengan Undang-Undang Pendidikan Tinggi baru, amatlah indah dan terbaca oleh siapapun,karena didasari penalaran yang Banyak Negara di Eropa, Inggris,Australia dan Negara-Negara lainnya pun diadakannya Jalur Pendidikan Ilmu Terapan atau Ilmu Terapan(University of Applied dan Akademi Masyarakat (Community Komunitas ?). Tidaklah mengejutkan, bagi mereka yang ikut merumuskan the Conceptual Sistem Pendidikan Tinggi yang saya sebutkan

Yang ingin saya ialah, kewaspadaan terhadap budaya attributive yang kemukakan diatas yang kuat hidup di masyarakat, Pemerintahan, entah sampai

Akan berubahnya status menjadi Universitas Ilmu program- program terapan jenjang D1,D2,D3,S1,S2 dan S3 bukan memang sejak 26 tahun lalupun telah dipikirkannya. jadi masalah adalah dari kecenderungan selama 36 sejarahnya,saya menandai secara tapi pasti semakin intensitas pelatihan di bengkel-bengkel dan ,sebagai wahana untuk the of knowledge, the digestion of knowledge and the development process.

Rupanya cenderung lebih menyukai and chalk dengan teori, harus bersulit-sulit melakukan the and the digestion of knowledge through and exercises for gaining practical of knowledge, skills, experiences and

Kecenderungan tersebut akan fatal,bila berawal dari staf pengajar dan pengelolanya. yang saya ingin belum jadi Universitaspun cenderung mulai bergeser ke teoretik,apa lagi sesudah Universitas,sekali pun Ilmu Terapan. Toh terdefinisi dengan pasti itu Ilmu Terapan ?

Selama kita masih t a k u t atau enggan masuk kerja di laboratorium, studio atau maka takkan ada lagi pertambahan nilai, kecuali

Kita bisa saja skenario terburuk,yaitu lambat pendidikan Diploma III akan oleh Politeknik.Toh Akademi Komunitas bisa mengambil sekali pun hanya D-I dan D-II. kita perlu waspadai, derungan berlakunya budaya yang ada di masyarakat umumnya.

Selama Pendidikan Teknisi D-I dan ini masih di domain Pendidikan maka kemung kinan ditinggalkan oleh Pemangku pun lebar terbuka. Tak ada kebanggaan apapun disitu,kecuali mungkin belaka.

Dengan mengeluarkan College itu dari domain Tinggi dan menggabungkannya dengan and Vocational Education (Dikmenjur) semacam TAFE College di akan lebih terjaminlah tersedianya Teknisi Mahir di Kita perlu memikirkan penjenjangan pendidikan bukan tergantung tahun kelasnya,tetapi luarannya sesuai kebutuhan pertambahan nilai ekonomi

Tidaklah berlebihan,bahkan seharusnya,kalau sebagai bangsa meningkatkan dalam penciptaan nilai bagi hasil-hasil sumber alam bangsa,sejak invensi, sampai kegiatan pertambahan nyata. Sampai saat ini utama bangsa justru lain yang menikmatinya, pasar domestik dan sumber alamnya.

Bagi Politeknik sepertinya hanya ada 2 kemungkinan yaitu jadi Universitas Terapan, atau tetap dengan status Universitas Terapan. Kalau Politeknik mengapa Padepokan, atau atau Kabuyutan tidak, untuk Ilmu Terapan dan Budaya. Mungkin Politeknik harus kembali ke khittah fokus tajam dalam Sciences dan Teknologi atau Kelompok Bidang Keahlian saja. Walahu Alam !

hwtama@yahoo.com

(*) Disampaikan dalam 10 tahun Politeknik Seni

dan di P3GK Jogyakarta, 1 Oktober

Artikel

IPTEK

Web Link

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Toyota Fine N
Toyota Fine N
Toyota Fine N
Toyota Fine N

Interesting Articles

Tagged as:

Here you can write a commentary on the recording "Azerfrema | Just another WordPress.com site".

Sign in, to write a review.

Twitter-news
Our partners
Follow us
Contact us
Our contacts

dima911@gmail.com

Born in the USSR

423360519

About this site

For all questions about advertising, please contact listed on the site.


Toyota cars catalog with specifications, pictures, ratings, reviews and discusssions about cars Toyota.